Bawean,
The Paradise of East Java
created by : Ahmad Suwandi
Ngaku
cinta Indonesia?... faktanya masih memilih untuk menghabiskan waktu liburan ke luar negeri. Menghambur-hamburkan ribuan
dollar untuk memilih paket wisata ke negeri orang. Bangkok, Hawai, Jepang,
Hongkong dan sederet destinasi wisata lainnya. Padahal kalau ditilik secara
budget dan keindahan panorama Indonesialah yang jadi juaranya. Pasalnya negeri
dengan tujuhbelas ribu lebih pulau ini, menawarkan sejuta keindahan bagi setiap
pelancong baik domestik maupun mancanegara.
Bicara
mengenai wisata, ada salah satu objek wisata yang tepatnya di propinsi Jawa
Timur, Indonesia. “Bawean” begitu nama sebuah pulau kecil yang mungkin bagi
sebagian orang masih asing di telinga ini. Kebanyakan dari kita lebih mengenal
Bali dengan Kutanya, Lombok dengan Senggiginya maupun Makassar dengan
Losarinya, padahal surga kecil yang tersembunyi ini menawarkan paket wisata
yang komplit.
Dimulai
dengan Pantai Mayangkara, pantai pasir putih halus ini menawarkan panorama nan
eksotis untuk memanjakan pelancong menikmati sunsetnya yang mendamaikan jiwa. Merupakan tempat yang cocok bagi
para fotografer untuk mengambil fenomena matahari terbenam di pelosok timur
pulau Jawa itu. Danau Kastoba yang menawarkan kejernihan air tenang yang secara
geografis dikelilingi oleh bukit-bukit hijau yang sejuk dipandang mata. Air
terjun Laccar yang menyajikan gemerucuk air yang jatuh memecah bebatuan.
Penangkaran rusa endemik Bawean, program konservasi fauna yang tentunya patut
dijadikan teladan bagi daerah-daerah lain.
Wisata
kulinerpun dapat kalian jumpai di pulau yang terletak kurang lebih 120 km dari
Kabupaten Gresik ini. Seafood ,
tentunya menjadi hidangan wajib bagi para pelancong ketika menyinggahi pulau
ini. Selain itu olahan dari ikan tongkol yang diproduksi oleh masyarakat asli
penduduk Bawean menjadi semacam krupuk yang mereka beri nama krupuk posot. Rasanya
yang gurih serta teksturnya yang renyah menambah rasa penasaran para pelancong
untuk sekedar icip-icip yang kemudian memborongnya. Buah merah, buah khas yang
kita kenal hanya ada di pulau Cendrawasih (Papua) ini ternyata dapat kita
jumpai di Bawean, akan tetapi ukurannya lebih kecil menyerupai buah apel.
Selain
memiliki panorama dan kulinernya yang khas, Bawean juga memiliki budaya kearifan
lokal yang masih awet dilestarikan oleh penduduk asli sana. Uniknya di Bawean
tidak bisa kita jumpai turis asing yang memakai bikini saat berenang maupun
sekedar berjemur di pantai. Pasalnya penduduk Bawean melarang turis memakai
bikini saat sedang berenang di pantai. Karena hal yang demikian tidak sesuai
dengan adat ketimuran. Luar biasanya lagi turispun mengikuti himbauan itu dan
mencoba untuk menghormati budaya kearifan lokal setempat.
Namun terlepas dari yang indah-indah di atas,
Bawean masih perlu pembaharuan dari segala bidang. Dan dari semua pihakpun
bertanggung jawab untuk menjadikan Bawean sebagai destinasi wisata yang komplit
akan tetapi tetap mempertahankan ekosistem lingkungan sekitar dan menjaga
kearifan lokal. Peran dari Pemerintah yang di dalamnya yakni Dinas Pariwisata,
Pemerintah Kabupaten Gresik dan Jawa Timur. Selain itu penduduk lokal Bawean,
serta para pelancongpun harus ikut serta berpartisipasi untuk menjadikan “Bawean,
The Paradise of East Java” . Hal-hal yang harus diperhatikan diantaranya:
Hal
pertama yang mendapat penilaian dari pelancong yakni jalan, alat transportasi,
dan keamanan saat di jalan menuju destinasi wisata. Peran dari pemerintah untuk
melakukan perbaikan secara berkala menjadi hal yang wajib dilakukan. Selain itu
urusan birokrasi yang tidak berbelit-belit saat di gerbang memasuki objek
wisatapun tidak luput untuk dipermudah lagi agar turis merasa aman dan nyaman.
Selain itu kondisi penginapan yang beragam yeng menyajikan suasana pesisir yang
khas dan juga fasilitas modern agar pelancong merasa betah.
Makanan
asing yang mudah di dapat, karena pada umumnya turis asing kurang menyukai
makanan yang banyak menggunakan bumbu maupun rempah-rempah, Komunikasi yang
lancar yakni sarana listrik, sinyal telepon,sinyal wifi, warnet, wartel, dll merupakan kebutuhan primer lagi di
kehidupan globalisasi ini. Pemaksimalan objek wisata yakni penambahan sarana
dan prasarana di objek wisata seperti di Danau Kastoba ditambah dengan kanau,
bola-bola air, bebek danau, yang semakin menarik minat wisatawan untuk
mengunjungi Bawean. Kemudian dari segi promosi yang tak kalah pentingnya,
dengan jaman yang sudah serba canggih seperti sekarang ini dapat dilakukan via website resmi, jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, brosur yang di sebar
di pusat keramaian seperti : Mall,
terminal, pelabuhan dan tempat lainnya, dan yang tak kalah pentingnya pengadaan
event oleh Dinas Pariwisata terkait
seperti mengadakan festival Bawean, Visit Bawean 2013, Bawean Sail 2013 dan
sebagainya sehingga Bawean lebih dikenal lagi oleh masyarakat luas.
Selain
menggali potensi terhadap Bawean, disisi lain kita sebagai manusia yang juga
merupakan unsur dari sebuah ekosistem harus ingat juga dengan lingkungan
sekitar dengan cara penyediaan tempat sampah di setiap tempat objek wisata di
Bawean, melakukan penanaman mangrove,
menggunakan alat transportasi tradisional yang ramah lingkungan seperi: becak,
andong (delman), maupun perahu tradisional yang dimodifikasi sedemikian rupa
sehingga selain menghibur para pelancong melainkan juga memperdayakan Sumber
Daya Manusia setempat untuk kreatif dan mendapat lapangan pekerjaan baru,
selain itu kearifan budaya lokal patut dilestarikan agar norma dan nilai-nilai
ketimuran bangsa ini tetap dipegang teguh warga negaranya dan tidak lagi diklaim oleh negara lain.
Demikianlah
pesona Bawean yang dapat kita nikmati dan hayati. Paket liburan komplit mulai
dari pantai, bukit, danau, kuliner sampai fauna endemikpun tersedia di satu
pulau nan elok ini. Tak pelak julukan “Bawean,
The Paradise of East Jawa”pun patut disematkan kepada pulau yang secara
administratif masih masuk ke dalam Kabupaten Gresik ini. Tentunya peran dari
semua pihak diperlukan demi terciptanya Bawean yang indah dan tampak mempesona
dengan panoramanya, akan tetapi tetap melestarikan kearifan budaya lokal.
Tetep
bersikeras untuk traveling ke luar
negeri lagi?... Sepertinya anda telah mengurungkan niat anda dan lebih memilih
ke surga kecil yang terletak di utara pulau Jawa ini. Visit and Enjoy it…















0 komentar:
Posting Komentar